Inovasi Teknologi 3
Aplikasi terbaru
Aplikasi yang digunakan untuk teknologi Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0.
Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh
pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). Secara umum, Web 1.0
dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis
besar, sifat Web 1.0 adalah Read.
Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri komputer
yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan
untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru.Sifat Web 2.0 adalah Read-
Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup
atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi
terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya
sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.
Web 1.0
Merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena
telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada
generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat
yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja
“Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
Web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai
teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online.
Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis
di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan
suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform
baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek
jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan
berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”)
merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web.
Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur
sebagai berikut:
- CSS (Cascading Style Sheets)
- Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
- Markup XHTML
- Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
- URL yang valid
- Folksonomies
- Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
- XML Web-Service API
Web 3.0 / Semantic Web
Walaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi
menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai
dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak
bersifat on-demand. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang
menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik
kesimpulan dari data online.
Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki
tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di
dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti,
diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah,
berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan
cara yang lebih mudah.
Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi
oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic
Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0
- Transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
- Ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
- Network computing, software-as- a-service business models, Web services interoperability,
- distributed computing, grid computing and cloud computing;
- Open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
- Open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
- The intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-
- based datastores;
- Distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
- Intelligent applications.
Virtual Reality dan Augmented Reality
Pengertian Virtual Reality
Virtual Reality (VR) atau Realitas Maya adalah teknologi yang memungkinkan userdapat berinteraksi
dengan suatu lingkungan berdimensi 3 yang disimulasikan oleh komputer terhadap suatu objek
nyata atau imajinasi, sehingga membuat user seolah-olah terlibat secara fisik pada lingkungan
tersebut.
Aplikasi dan Contoh Virtual Reality
Teknologi ini biasanya digunakan pada bidang medis, arsitektur, dan penerbangan yang mempunyai
risiko yang sangat besar dan membutuhkan prototype yang meniru kondisi nyata sebelum
diimplementasikan. Contohnya, seorang calon pilot dapat menggunakan VR untuk simulasi
penerbangan menggunakan komputer khusus untuk melakukan ujian.
Peranti Virtual Reality
Virtual Reality biasanya membutuhkan peralatan-peralatan khusus, seperti layar komputer (screen)
untuk menampilkan lingkungan, pengeras suara (speaker) untuk menerima informasi pendengaran,
pelacak (tracker) untuk memonitor gerakan kepala user, sarung tangan (glove) untuk menangkap
gerakan tangan dan mengirimkan informasi gerakan ke sistem, alat bantu jalan (walker) untuk
memantau gerakan kaki, dll.
Cara Kerja Virtual Reality
Pada prinsipnya, user melihat suatu dunia semu yang sebenarnya merupakan gambar-gambar
dinamis hasil dari simulasi komputer. Melalui peranti-peranti khusus VR, userdapat berinteraksi
dengan dunia semu dan mendapatkan umpan balik yang seolah-olah nyata, baik secara fisik maupun
psikologis.
Pengertian Augmented Reality
Augmented Reality (AR) atau Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda-
benda maya (baik berdimensi 2 dan/atau berdimensi 3) dan benda-benda nyata ke dalam sebuah
lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu
nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata.
Aplikasi dan Contoh Augmented Reality
Teknologi ini biasanya digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur yang
mempunyai risiko besar dan membutuhkan tambahan benda-benda semu yang meniru benda-
benda nyata sebelum diimplementasikan. Contohnya, pada pemeriksaan sebelum operasi seperti CT
Scan atau MRI yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien.
Dari gambar-gambar tersebut, kemudian pembedahan direncanakan. AR dapat diaplikasikan
sehingga tim bedah dapat melihat data CT Scan atau MRI pada pasien saat pembedahan
berlangsung. Contoh lainnya aplikasi AR yaitu Pokemon GO, Ingress, Layar dan masih banyak lagi.
Peranti Augmented Reality
Pada umumnya Augmented Reality membutuhkan alat masukkan (input device) seperti kamera atau
webcam, alat keluaran (output device) seperti monitor atau Head Mounted Display (HMD), alat
pelacak (tracker) agar benda maya tambahan berupa penanda (marker) yang dihasilkan berjalan
secara real-time atau mungkin interaktif walaupun benda nyata yang menjadi induknya digeser-
geser, dan komputer untuk menjalankan program AR.
Cara Kerja Augmented Reality
Augmented Reality bekerja berdasarkan deteksi citra, dan citra yang digunakan adalah marker.
Prinsip kerjanya adalah kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi markeryang diberikan,
kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan
apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan
diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan
objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya.
Perbedaan Virtual Reality dan Augmented Reality
Virtual Reality menggantikan kenyataan dengan dunia semua secara keseluruhan,
sedangkan Augmented Reality menambahkan atau melengkapi kenyataan dengan benda-benda
semu.
Siklus pengembangan system inovasi teknologi system informasi.
Dalam pembangunan sistem informasi diperlukan upaya pemetaan dan tahapan-tahapan tertentu
agar sistem informasi yang dibangun dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan
organisasi/perusahaan. Suatu sistem informasi digunakan untuk mengatur hubungan anatar
manusia dan komponene mesin serta prosedur-prosedur yang harus dilakukan serta berkaitan satu
dengan yang lainya untuk mendukung kebutuhan informasi atau mekanisme bisnis pada sebuah
organisasi.
Agar sistem informasi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan organisasi maka diperlukan upaya
proses pengembangan sistem (system develoment life cycle [SDLC] ) yang harus dilakukan oleh
organisasi. SDLC merupakan proses formal yang harus dilakukan organisasi yang akan membangun
sebuah sistem infrmasi yang berbasi komputer. Termasuk dalam hal ini adalah, size of organisation,
jobs description, relevant experiece, education system yang terintegrasikan dalam proses informasi,
sumber daya, peralatan dan teknis operasional.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam
menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan
pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.Tahapan
dari siklus hidup sistem yaitu :
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Analisis
3. Tahap Rancangan
4. Tahap Penerapan
5. Tahap Penggunaan
Empat tahap pertama dinamakan dengan siklus hidup pengembangan sistem (system development
life cycle – SDLC).SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan
programmer dalam membangun sistem informasi. SDLC juga merupakan alat untuk manajemen
proyek yang bisa digunakan untuk merencanakan, memutuskan dan mengontrol proses
pengembangan sistem informasi.SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan–tahapan utama
dan langkah–langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam empat kegiatan
utama, yaitu initiation, analysis, design dan implementation.Siklus hidup pengembangan sistem
dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh professional dan pemakai
sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya
(deliverable). SDLC mencakup kebutuhan (requirement), validasi, pelatihan, kepemilikan (user
ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui investigasi, analisis, desain,
implementasi, dan perawatan software. Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan
menghasilkan sistem dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam
waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efisien dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada
atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan pengembangan selanjutnya.
Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajet unit jasa informasi, dibantu oleh manajer
dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Namun kecenderungan saat ini, meletakkan
tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah. Ada tiga tingkatan besar (hirarki)
dari manajemen siklus hidup sistem, yaitu :
· Tanggung Jawab Eksekutif
· Komite Pengarah SIM (steering committee MIS – SC MIS)
· Kepemimpinan Proyek
Tahap–Tahap SDLC
1. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus
dibangun. Pada tahap ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan
proses information gathering kepada pengguna. Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
memprioritaskan sistem informasi apa yang akan dikembangkan, sasaran – sasaran yang ingin
dicapai, jangka waktu pelaksanaan serta mempertimbangkan dana yang tersedia dan siapa yang
melaksanakan.
2. Tahap Analisis
Analisis sistem adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan
tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu
penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem
baru.Jadi, analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk
merancang sistem yang baru atau diperbaharui.Merupakan tahap yang kritis dan penting karena
kesalahan pada tahap ini akan menyebabkan kesalahan pada tahap berikutnya.
3. Desain Sistem
Desain berkonsentrasi pada bagaimana sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase
analisis. Manfaat desain sistem adalah memberikan gambaran rancang bangun (blue print) yang
lengkap, sebagai penuntun (guideline) bagi programmer dalam membuat aplikasi. Rancangan sistem
adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Untuk sistem berbasis
komputer biasanyadalam rancangan ada spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.Sistem
informasi yang terkomputerisasi setidaknya terdiri dari:
· Hardware: terdiri dari komponen input, proses, output, dan jaringan.
· Software: terdiri dari sistem operasi, utilitas, dan aplikasi.
· Data: mencakup struktur data, keamanan dan integritas data.
· Prosedur: seperti dokumentasi, prosedur sistem, buku petunjuk operasional dan teknis.
· Manusia: pihak yang terlibat dalam penggunaan sistem informasi.
4. Implementasi Sistem
Implementasi sistem adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan
rencana dukungan sistem.Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang
mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan
adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang
menghasilkan pekerjaan sistem. Dalam tahap ini, desain yang sudah diterjemahkan ke dalam
kode.Program komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau aplikasi
generator. Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers digunakan untuk menghasilkan
kode. Berbagai bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C, C ++, Pascal, Java digunakan untuk
coding.
5. Tahap Penggunaan
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-
benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan
kebutuhan yang diinginkan. Guna memberi respon yang lebih baik bagi kebutuhan pemakai, spesialis
informasi telah membuat modifikasi pada SLC, sehingga waktu yang diperlukan untuk menerapkan
sistem dapat dikurangi. Hal tersebut yang banyak mendapat perhatian yaitu protipe (prototyping)
dan pengembangan aplikasi cepat (Rapid Application Development – RAD).
Kegunaan SDLC
Adapun kegunaan utama dari SDLC adalah mengakomodasi beberapa kebutuhan. Kebutuhan –
kebutuhanitu biasanya berasal dari kebutuhan pengguna akhir dan juga pengadaan perbaikan
sejumlah masalah yang terkait dengan pengembangan perangkat lunak. Kesemua itu dirangkum
pada proses SDLC yang dapat berupa penambahan fitur baru baik itu secara modular maupun
dengan proses instalasi baru. Dari proses SDLC juga berapa lama umur sebuah perangkat lunak
dapat diperkirakan untuk dipergunakan yang dapat diukur atau disesuaikan dengan kebijakan
dukungan dari pengembang perangkat lunak terkait.
Komentar
Posting Komentar